
1.Latar Belakang
Republik Turki
adalah sebuah negara besar di kawasan Eurasia. Ibu kotanya berada di Ankara
namun kota terpenting dan terbesar adalah Istanbul. Kawasan yang terdiri dari
Turki modern telah menyaksikan kelahiran peradaban-peradaban utama, termasuk
Kekaisaran Bizantium dan Kekhalifahan Turki Utsmani. Disebabkan oleh lokasinya
yang strategis di persilangan dua benua, budaya Turki merupakan campuran budaya
timur dan barat yang unik yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua
buah peradaban Kebudayaan Turki pada saat ini masih tetap didasarkan pada
tradisi- tradisi Islam, di mana pengaruh barat hanya tampak di kota-kota besar,
hal itu berarti hanya di lapisan atas saja dan jangkauannya sangat terbatas.
Pem-barat-an nampaknya hanya sangat kecil berpengaruh pada rakyat pedesaan yang
secara kuantitas lebih dari tiga perempat dari seluruh penduduk Turki. Mengenai
identitas orang Turki hingga saat ini masih menjadi perdebatan antara yang
menyatakan bahwa orang Turki pada jaman Ottoman adalah muslim sejati dan
penolakan terhadap pandangan tersebut. Agaknya sudah menjadi sifat dasar
masyarakat Turki, identitasnya dan masa depannya (termasuk apakah Turki dapat
menemukan tempat dalam masyarakat Eropa) hingga saat ini belum menjadi satu hal
yang pasti. Kebudayaan Turki mempunyai
beberapa persamaan dengan kebudayaan barat. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor
sejarah dan geografis. Oleh sebab itu penulis ingin mengungkapkan mengenai
perubahan atau transisi peradaban di Turki dari Masa berkhirnya Turki Usmani
menuju Republik Sekuler.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
proses kemunduran Turki Utsmani?
2. Bagaimana
keadaan Republik Turki pada Masa Sekitar Perang Dunia I?
3. Bagaimana
Pembaharuan yang Dilakukan oleh Pemerintahan Republik Turki Tahun
1923-Sekarang?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Masa Transisi dari Turki
Usmani menjadi Republik Sekuler
Turki Sebelum pada akhirnya kerajaan Turki Usmani mengalami fase
kehancuran, telah terlebih dahulu terjadi periode kemunduran.Kemunduran ini
dimulai sejak abad ke XVII, ditandai dengan tidak adanya pengganti yang sepadan
sejak Sulaiman Al Qanuni meninggal dunia. Ketiadaan pemimpin yang memiliki
pengaruh kuat ini menyebabkan banyak terjadinya pemberontakan-pemberontakan,
seperti misalnya di Siria dibawah pimpinan Kurdi Jumbulat, di Lebanon di bawah
pimpinan Druze Amir Fakhruddin. Turki menyimpan sejarah yang panjang mengapa
negara yang sekitar 99% masyarakatnya beragama Islam itu beralih prinsip
negaranya dari kekhalifahan menjadi sekuler. Sekularisme berawal dari proses
pem-barat-an yang merupakanhasil dari gerakan revolusioner yang ditimbulkan oleh
banyak faktor sejak kemunduran imperium Usmaniyah. Momentum gerakan ini
terjadi setelah revolusi Perancis dan berkembang dengan kuat sepanjang abad
XIX. .Hasil langsung dari gerakan ini adalah revolusi Turki Muda 1908 yang
merupakan awal pertumbuhan nasionalisme Turki dan pembentukan Republik
Turki.Sekularisme merupakan ciri khas ideologi Turki Muda sejak tahun 1913.
Pada tahun 1930-an sekularisme bermakna ekstrem: sekulerisme diintrepretasikan
bukan saja sebagai pemisahan negara dan agama, tetapi juga sebagai penyingkiran
agama dari kehidupan publik dan tegaknya pengawasan negara atas
institusi-institusi keagamaan yang masih ada. Usaha untuk menyelamatkan Turki
juga diadakan yaitu adanya modernisasi oleh khalifah Abdul Aziz (1861-1876)
dipelopori wazir Mindhat Pasha.Pendidikan dan hukum diperbaharui sesuai dengan
kemajuan zaman dan militer memperoleh bantuan Jerman pada awal abad XX. Dengan
adanya UUD berarti Turki menjadi kerajaan Kunstitusional, tetapi Sultan Abdul
Hamid II (1876-1906) menggulingkan The Strong man Midhat Pasha dan Turki
kembali absolut sampai jatuh pada 1923.
Pandangan bahwa orang Turki modern dalam memilih sekularisme, telah menolak
Islam, tidak mendapat dukungan dari para sarjana yang bersungguh- sungguh
tentang pokok itu, baik di Timur maupun di Barat. Akan tetapi pandangan tadi
merupakan kesan umum yang luas diantara orang Eropa dan Muslimin di
negara-negara lain. Adapun pengertian dari Sekuler yaitu, sekuler berasal dari
bahasa Latin Saeculum yang berarti: waktu atau lokasi jadi pengertiannya masa
kini atau keduniawiannya. Melepaskan manusia dari masalah religius atau akhirat
disebut sekulerisasi.Adapun istilah sekuler maupun fundamentalis timbul di
Barat pada abad XX dikalangan Nasrani.Fundamentalis adalah faham, gerakan,
kelompok fanatik dikalangan pemeluk ajarannya “paling mendasar” (paling benar
atau murni). Akhir abad XX istilah fundamentalis dijadikan label untuk kelompok
islam tertentu padahal sejarah maupun istilah tersebut dari barat akibat dari
adanya Nasrani yang fundamentalis. Kemunduran Turki Usmanli menyadarkan kaum
muda untuk menyelamatkan negara Turki.Berdirilah “Gerakan Turki Muda” mula-mula
moderat kemudian radikal.Gerakan ini didirikan secara rahasia pada 1896 dan
kadernya tersebar dikalangan pemerintahan, militer maupun kalangan intelektual,
dan wartawan. Pemimpinnya yang terkenal antara lain: Niazy Bey, Anwar Bey,
Shevket Pasha, dan Kemal Pasha (1881-1938). Setelah masa kekuasaan yang
absolute dikendalikan oleh usmani muda maka generfasi intelektual Turki bangkit
pada sekitar tahun 1880-an dan 1890-an dan melancarkan aksi terhadap rezim yang
konservatif. Serangan-serangan ini adalah sebagai akibat dari pesatnya
perkembangan pendidikan dan perekonomian meningkatkan posisi kalangan
akademisi.Pers menyebarluaskan ide-ide eropa tentang ilmu pengetahuan dan
politik serta mempopulerkan sikap-sikap barat. Meskipun masih ada control
pemerintah yang berusaha menekan dan melakukan penyensoran. Ide-ide tersebut
menyebar dari ibukota ke sejumlah wilayah propinsi lantaran peran para pelajar.
Gerakan ini, sekitar tahun 1905 didirikan Fatherland Society atau Masyarakat
tanah air oleh Mustafa Kemal, yang pada saat itu menjabatperwira militer dan
kelak akan menjadi presiden pertama Turki. Ketika Sultan Abdul Hamid II
mencabut UUD 1908, timbul pemberontakan yang dipimpin Niazy Bey dan Anwar Bey.
Abdul Hamid mengakui kesalahannya dan memberlakukan UUD 1876, tetapi pada 1909
mencabut UUD tersebut, Shevket Pasha dan pasukannya menyerbu Istambul dan Abdul
Hamid diganti Muhamad V (1909-1922) dan Perdana Mentri adalah Anwar Bey. Karena
ancaman Rusia, Turki melakukan modernisasi militernya dan mendekati
Jerman.Terbentuklah Triple Aliancy (Jerman, Austria Hongaria dan Turki)
berhadapan dengan Triple Detente (Inggris, Perancis, Rusia) yang disebut juga
Sekutu (Allied Forces).
2.2 Republik Turki pada Masa Sekitar Perang
Dunia I
Ketika Perang
Dunia I meletus, Turki menyerang Kriem (Rusia) dan sebaliknya sekutu termasuk
Italia menyerang Turki. Pasukan Sekutu dikalahkan dalam pertempuran di Gallipoli
oleh Turki yang dipimpin oleh kolonel Mustafa Kemal Pasha. Sehingga namanya
mencuat sebagai Pahlawan Galliopoli. Islam yang saat itu berada dibawah
kekuasaan Kekhalifahan Turki Usmani merupakan kekuatan yang cukup besar pada
saat Perang Dunia I, meskipun berada dalam kemunduran setelah bertahan selama
ratusan tahun namun kuantitas militer yang dimiliki Turki Utsmani bisa dibilang cukup besar. Dengan pasukan
‘Royal Jannisery’ yang terkenal handal dan kuat Turki Utsmani merupakan
kekuatan yang cukup disegani. Turki Utsmani terlibat dalam Perang Dunia I atas
bujukan Jerman yang khawatir Turki Utsmani akan bergabung dengan blok sekutu.
Turki yang kebetulan memiliki hubungan yang kurang baik dengan salah satu
anggota blok sekutu, Rusia, karena Perjanjian San Stefano dan Perjanjian Berlin
akhirnya bergabung dengan Poros Utama Jerman, Austro- Hungaria, Bulgaria.
Setelah Perang Dunia I berakhir dengan
kekalahan blok Jerman, Autro- Hungaria, Bulgaria, Ottoman (Turki Utsmani),
akhirnya berakhir pulalah sistem pemerintahan Islam yang menggunakan
kekhalifahan. Negara-negara yang tadinya bergabung dengan Ottoman akhirnya
mendirikan Nasional sendiri karena taktik Lawrene of Arabia dari Inggris,
menyebabkan Nasional menjadi lebih dipentingkan dibanding agama.Sebut saja Tunisia,
Aljazir, dan Syiria di timur tengah atau Pakistan, Afganisthan, Palestina di
Asia.Semua terpecah menjadi negara-negara kecil sendiri.Turki sendiri kemudian
menjadi sebuah negara sekuler dibawah pemerintahan Mustafa Kemal Attaturk,
Turki Modern.
Berkat serangan gerilyawan Arab dan Armenia, Turki terdesak. Sementara
Jerman dan Austria menyerah.Setelah Turki kalah dalam Perang Dunia I, Turki
akhirnya melakukan perjanjian damai dengan pihak sekutu pada tanggal 20 Agustus
1920.Perjanjian damai ini dikenal dengan Perjanjian Sevres. Perjanjian tersebut
berisi tentang beberapa hal, yaitu:
1. Semua daerah yang penduduknya bukan penduduk asli Turki harus
dilepaskan. Kecuali kota Istambul dan Adrianopel.
2. Dipersempitnya wilayah Turki sehingga tinggal Konstantinopel dan wilayah
sekitarnya.
3. Yunani memeroleh daerah Thracia dan Kota Smyrna di Anatolia.
4. Selat Bosporus, Laut Marmora, dan Dardanella menjadi laut internasional.
5. Armenia dan Kurdi merdeka.
Sejak pertengahan abad ke-18 gerakan patriotisme dan nasionalisme
dimanfaatkan Inggris melalui agennya Ibn Sa'ud untuk menyulut pemberontakan di
beberapa wilayah Hijaz dan sekitarnya, yang sebelumnya gagal dilakukan Inggris
lewat gerakan kesukuan.Walau begitu, akhirnya gerakan ini bisa dibendung di
beberapa wilayah oleh khalifah lewat Muhammad Ali Pasha, Gubernur Mesir yang
ternyata agen Prancis didukung Prancis. Di Eropa, wilayah yang dikuasai
khalifah diprovokasi agar memberontak (abad 19-20 M), seperti kasus Serbia,
Yunani, Bulgaria, Armenia dan terakhir Krisis Balkan, sehingga khalifah Turki
Utsmani kehilangan banyak wilayahnya, dan yang tersisa hanya Turki. Perjanjian
yang merugikan turki membangkitkan semangat nasionalis dan menentang Perjanjian
Sevres. Sekutu menyerang Istambul dan membubarkan parlemen sedangkan Khalifah
Muhammad V menerima perjanjian Sevres. Mustafa Kemal Pasha mendirikan
pemerintahan nasional di Angkara (1920). Yunani menyerang tetapi dapat dipukul
mundur, bahkan kota Smyrna dapat direbut kembali. Pada 1922 Muhammad V
diturunkan dari tahtanya dan berakhirlah pemerintahan Turki Utsmani. Terbentuklah Republik Turki dan Mustafa
Kemal Pasha menjadi presiden seumur hidup (1923—1938). Setelah pemerintahan
Turki Utsmani runtuh, Muncullah Republik Sekuler Turki.Dengan pemimpinnya
Mustafa Kemal Pasha atau Kemal Ataturk. Hal-hal yang dilakukan Kemal dalam
usaha-usaha Sekulerisasi ialah: Pemisahan agama dari lapangan politik, Sedapat
mungkin memisahkan agama dari kehidupan sosial, dan turkifikasi Islam,
melepaskan diri dari pengaruh Arab. Sekutu tidak melanjutkan serangan ke Turki
sebabnya ialah :
1. Pasukan Sekutu
sudah tidak mempunyai semangat perang dan menganggap Turki bukan sebagia
ancaman serius di Timur Tengah
2. Kaum komunis di Rusia sedang berkonsolidasi kekuasaan dan berdamai
dengan Turki
3. Terbentuknya Liga Bangsa-bangsa (League of Nations) pada 1919 yang
bertujuan untuk mendamaikan dunia dan mencegah adanya peperangan
4. Inggris dan Perancis cukup puas mendapat daerah mandat di bekas wilayah
Turki (Arab Utara)
5. Kepandaian diplomasi menteri Ismed Pasha (Ismed Inonu) berhasil
menegakkan Turki di mata internasional. Turki juga menjadi anggota LBB yang
berpusat di Jenewa (Swiss).Setelah Perang Dunia I, nasionalisme telah menjadi
suatu kekuatan yang potensial di Turki.Di satu pihak, nasionalisme dipergunakan
sebagai suatu jalan untuk membentuk suatu kebudayaan yang nasional yang baru.
Di lain pihak nasionalisme digunakan sebagai perisai terhadap golongan
konservatif yang ingin mempertahankan kebudayaan yang lama. Nasionalisme inilah
yang manfaatkan oleh bangsa Turki untuk keluar dari kemunduran kerajaan Turki
Utsmani dan lenyapnya harga diri diantara kekuasaan- kekuasaan besar.Bahkan
setelah jaman modernisasi berlangsung, Turki membuka lebar-lebar masuknya
teknologi barat dan mengadakan pembaharuan dalam segala bidang. Tetapi dilain
sisi bangsa Turki tetap curiga terhadap dunia barat.
Terbukti dengan adanya semboyan “Tak ada seorangpun yang menyerupai diri
kita sendiri”.Maksudnya pada saat kebudayaan bangsa barat masuk ke Turki, masih
ada bangsa Turki yang memegang teguh kebudayaannya.Kebudayaan yang berlangsung
berabad-abad, tidak hilang begitu saja pada waktu itu. Usaha-usaha yang
dipraktekkan oleh Mustafa Kemal Pasha untuk menciptakan tipe nasional
kadang-kadang berdasarkan pada pembalikan-pembalikan sejarah dan penulisan
kembali sejarah untuk mengidentifikasi bangsa
Turki dengan pahlawan-pahlawan yang gagah berani. Pengambilan nama keluarga
(nama tambahan) yang berhubungan dengan sejarah adalah tujuan praktis. Mustafa
Kemal menjadi Kemal Ataturk (bapak dari bangsa Turki), teman terdekatnya Ismed
yang nantinya jadi Perdana Menteri menjadi Ismet Inou, untuk memperingati jasa
ismet dalam kemenangan atas bangsa Yunani di Inou tahun 1921. Kemal Ataturk
memindahkan ibukota Turki ke Ankara, karena Istambul semakin lama semakin
melemah.Dengan tujuan menghilangkan pemerintahan republikan dari pengaruh
asing, pengaruh dari Turki Utsmani, dan golongan konservatif yang di anggap
menghalangi modernisasi Turki. Nama-nama kota di Turki kembali diberi nama
dengan bahasa Turki modern, diantaranya: Angora menjadi Ankara, Smyrna menjadi
Izmir, dan Adrianople menjadi Edirne.
2.3 Pembaharuan yang Dilakukan
oleh Pemerintahan Republik Turki Tahun 1923-Sekarang
Pada tahun 1921 Kesultanan Ottoman secara resmi dihapuskan dan pada tahun
1923 Turki menjadi Republik Sekular dengan Mustafa Kemal sebagai presidennya.
Ia kemudian mendirikan rejim satu partai yang hampir tidak terinterupsi hingga
tahun 1945. Kemudian mordernisasi ditingkatkan dan diadakan pembagunan nasional
berencana dan bertahap. Seperti politik, UUD diperbaharui dan disyahkan pada
1924 dengan sistem partai tunggal, yaitu Partai Rakyat dengan ketuanya Kemal
Pasha. Sosial, antara lain : laki-laki dan wanita memperoleh hak yang sama.
Setiap orang harus mencantumkan nama keluarga, contoh : Kemal Pasha menjadi
Kemal Ataturk (Kemal bapak bangsa Turki). Budaya,
abjad Arab diganti dengan abjad latin : bahasa nasional bukan arab tetapi
bahasa Turki. Pendidikan, adanya kewajiban belajar dan pemberantasan buta
aksara. Ekonomi, diadakan pembangunan lima tahun untuk meningkatkan ekonomi dan
industry. Sistem prekonomian “etatisme” artinya semuanya sektor ekonomi
ditentukan oleh pemerintah pusat (sentralisasi).Militer, modernisasi militer
menghadapi bangkitnya Komunisme Rusia dan Fasisme Italia. Agama, pemerintah
tidak ikut campur tangan terhadap masalah agama dan agama adalah hak perorangan
walaupun mayoritas islam. Tidak ada departemen agama dan perkawinan harus di
catatan sipil.Mustafa Kemal kemudian memulai program revolusioner di bidang
sosial dan reformasi politik untuk memodernisasi Turki.Perubahan perubahannya
termasuk emansipasi untuk perempuan, penghapusan seluruh Institusi Islam dan
pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta alfabet, mengganti
seluruh huruf Arab dengan huruf Latin. Untuk kebijakan luar negeri ia memilih
netral dengan menjalin hubungan baik dengan negara tentangga. Mustafa Kemal
Pasha menandatangani Perjanjian Kars 23 Oktober 1921 dengan Uni Soviet - sebuah
perjanjian persahabatan yang isinya Turki menyerahkan kota Batumi, yang kini
terletak di Georgia - kepada kaum Bolshevik Lenin sebagai ganti kedaulatan atas
kota-kota Kars dan Ardahan, yang direbut oleh Rusia Tsaris dalam Perang
Rusia-Turki, 1877-1878. Ia mengantarkan Perjanjian Lausanne, dan dengan itu
Turki akhirnya memasuki masa damai setelah satu dasawarsa mengalami peperangan
yang menghancurkan, meskipun ia menghadapi
oposisi irredentis di Dewan Nasional dan di tempat-tempat lainnya. Pada
tanggal 23 Juli 1923 ditandatangani perjanjian Laussane antara Turki dan Sekutu
yang isinya, antara lain sebagai berikut:
a. Thracia Timur dikembalikan ke Turki.
Turki melepaskan semua daerah yang penduduknya bukan bangsa Turki, yaitu Arab
yang menjadi negara merdeka, Libia diambil alih Italia, Mesir, Palestina, Irak
dan Siprus diambil alih oleh Inggris, Suriah dan Libanon diambil alih oleh
Prancis.
b. The Straits (selat) terbuka untuk semua
kapal.
c. Semua hak ekstrateritorial bangsa asing
dihapuskan. Tidak ada keharusan bagi Turki untuk mengurangi angkatan perangnya.
d. Turki tidak perlu membayar kerugian
perang.
e. Turki harus melindungi minoritas.
Mustafa Kemal
Pasha berupaya menjadikan Turki republik modern. Kebijakannya untuk memodernkan
Turki,yaitu sebagai berikut.
· Menyusun undang-undang dasar baru.
· Melaksanakan ekonomi etatisme.
· Melaksanakan rencana pembangunan lima
tahun.
· Huruf Arab diganti dengan huruf latin
· Melaksanakan pemerintahanan sekuler.
(Mustafa_Kemal, Onlain)
Dalam perang dunia II yang menang
adalah Demokrasi melawan Diktaktor (Fascis Italia, Nazi Jerman dan Militer
Jepang). Karena itu Turki menyesuaikan diri dengan system Demokrasi Liberal
(Demokrasi Barat) dan di perkenankan partai oposisi, berdirilah Partai Demokrat
(1947). Turki termasuk Negara yang cukup setabil, kecuali adanya ganguan dari
bangsa Amerika, kurdi dari luar (yunani dan Unisoviet). Ketika terjadi perang
Teluk II pasukan Internasional (Amerika Serikat) menyerang irak dari pangkalan
NATO di Turki, selain dari pangkalan Daran di Arab Saudi. Setelah Kemal Pasha
meninggal diganti Ismet Imanu dia juaga melakukan pembaharuannya, terutama
sekularisasi agama dan pemakaian hukum Barat menggantikan hukum Islam,
memperlihatkan proses dinamis dari penerimaan dan penolakan masyarakat Turki.
Sekularisasi agama pada masa Kemalis (1923-1950) melahirkan generasi Turki yang
jauh dari agamanya. Bahasa Turki yang ditulis dalam bahasa latin telah menjadi
bahasa nasional Turki. Sedangkan pemakaian hukum-hukum Barat juga diadaftasi
dengan berbagai tingkatan kesulitan di berbagai lapisan msyarakat. Pada pemilu
1950, kekuasaan tunggal Partai Republik Rakyat berakhir dan digantikan oleh
partai sekuler beraliran liberal, yaitu Partai Demokrat. Partai pimpinan Adnan
Menderes ini mencoba mngoreksi penyimpangan-penyimpangan sekularisasi yang
sudah dijalankan oleh Partai Republik Rakyat sejak berdirinya negara Turki. Namun
Adnan menderes juga tidak ingin Kemalisme digantikan denganideologi lain.
Sejak masa pemerintahan Partai Demokrat inilah masyarakat Muslim yang
merupakan mayoritas (98 persen dari 70 juta jiwa) penduduk Turki dapat
melakukan shalat di mesjid-mesjid umum, berpuasa dan melakukan ibadah naik
haji, yang pada masa Rezim Kemalis sulit dilakukan. Selain itu
madrasah-madrasah kembali di buka, sehingga para orang tua dapat kembali
menyekolahkan anak mereka di sekolah agama, setelah mereka menyadari bahwa
mereka tumbuh sebagai suatu generasi yang kering dari nilai dan ilmu
agama.Madrasah-madrasah ini kembali ditutup pada tahun 1998 setelah dianggap
sebagai lembaga yang mendidik kelompok Islam fundamental yang keberadaannya
menguat dan mengancam ideologi sekuler Turki. Perkembangan masyarakat di Turki
menemukan karakter sendiri yang unik sebagai suatu bentuk pertentangan yang
rumit antara pemikiran Kemalisme, yang fundamental dan radikal, pemikiran
liberalis yang meskipun menentang Kemalisme tetapi tidak ingin ideologi ini diganti,
dan pemikiran Islam, baik yang konservatif maupun moderat. Semangat masyarakat
Turki modern untuk menjadi suatu bangsa yang modern dan demokratis, selalu
disertai dengan kesadaran yang mendalam tentang watak dan idealisme ke-Turki-an
dan ke Islaman. Penulis melihat bahwa gagasan sintesa tentang Islam, Turki dan
Barat yang pernah dimunculkan oleh Ziya Gokalp (Bapak nasionalis Turki) mulai
terimplementasikan dengan wajar dan alami, sedangkan Kemalisme dijadikan
ideologi negara yang keberadaannya sangat dijaga oleh kekuatan militer Turki.
Militer Turki mengambil peran sebagai penjaga ideologi Kemalisme sebagai
prinsip negara.Jatuhnya pemerintahan Partai Islam Refah pada tahun 1998 adalah
suatu bukti masih dominannya pengaruh politik militer di Turki. Namun kebangkitan
Islam, baik itu suatu fenomena kesadaran umat Islam Turki untuk kembali
mempelajari nilai-nilai Islam di tengah kebijakan sekuler pemerintah dan
fenomena dukungan masyarakat Islam terhadap kemenangan partai politik yang
dianggap membawa aspirasi Islam terus memperlihatkan kemajuan ke arah yang
positif. Aspirasi dan dukungan yang besar dari masyarakat Turki kembali
mengantarkan kemenangan partai berbasis Islam: Partai Keadilan dan Pembangunan
dalam pemilu 2002. Meskipun secara tegas pemimpin partai ini menyatakan bahwa
Partai Keadilan dan Pembangunan bukanlah partai Islam dan mereka menyatakan
komitmennya yang sungguh-sungguh menjaga ideologi sekularisme di Turki,
nampaknya Rakyat Turki lebih melihat mereka sebagai sosok-sosok muslim yang
shaleh yang diharapkan dapat membawa Turki ke arah yang lebih maju.
Betulin lagi = kasih spasi titik koma dll sama gambar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar